TRADISI PETIK LAUT SEBAGAI WARISAN NELAYAN DI DESA ROMBEN GUNA KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP MADURA


Tradisi tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, karena pada dasarnya tradisi akan selalu lahir dan berkembang selama masyarakat ada. Tradisi  adalah sisi lain dari masyarakat yang selalu menjadi dan berkembang menjadi identitas pembeda antar masyarakat. Ada banyak tradisi yang lahir dan berkembang didalam masyarakat.
Tradisi selalu sarat dengan nilai-nilai yang di anut oleh masyarakat dan tercermin dalam tindakan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat, sama halnya dengan yang dijelaskan oleh tokoh sosiologi yaitu Max Weber di dalam teorinya yang menjelaskan mengenai Tindakan Rasional  yang ada di masyarakat. Weber  menjelaskan ada 4 jenis tindakan rasional yang dilakukan oleh individu, yaitu tindakan rasional instrumental yaitu tindakan yang dilakukan individu yang didasarkan pada kesadaran dan pencapaian tujuan yang di inginkan dengan mempertimbangkan alat-alat yang dapat mewujudkan tujuannya, tindakan rasional nilai adalah tindakan individu yang didasarkan pada nilai-nilai yang di percayai oleh individu, tindakan rasional afektif adalah tindakan individu yang didasarkan pada reflex tanpa ada pertimbangan terlebih dahulu dan Tindakan Rasional Tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh individi dengan mendasarkan pada kebiasaan yang ada di dalam masyarakat atau tradisi yang ada didalam masyarakat (Wirawan:2012)
 Salah satu  masyarakat yang masih melakukan tindakan rasional Tradisional adalah warga desa Romben Guna, desa yang terletak di Kecamatan Dungkek  merupakan desa yang dekat dengan pesisir pantai ini masih sangat menanamkan nilai-nilai luhur dari nenek moyang dalam menjalankan kehidupan dan interaksi antar masyarakat, salah satunya tercermin dari acara Petik Laut  yang selalu dilakukan oleh para Nelayan di Desa Romben Guna.
Petik Laut adalah salah satu acara yang di adakan tahunan di Desa Romben Guna, biasanya acara tersebut dilakukan pada Bulan ke-4 atau bulan ke-3. Acara yang dilakukan oleh para nelayan ini selalu menjadi acara yang begitu di tunggu oleh masyarakat Desa Romben Guna, dari hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu tokoh masyarakat yang ada di desa yaitu Pak lam, beliau menyampaikan bahwa acara Petik  Laut merupakan suatu acara “selamatan” yang dilakukan oleh para nelayan yang bertujuan untuk mendapat keberkahan dan keselamatan saat melaut, menurut beliau acara Petik Laut adalah  acara yang telah berlangsung sejak nenek moyang dan masih dilaksanakan sampai sekarang sebagai salah satu budaya warisan dari leluhur.
Meskipun pada kenyataannya acara Petik Laut hanya dilakukan oleh para nelayan, namun hal ini tidak menghalangi antusias dari masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut, bahkan acara Petik perahu selalu di isi dengan hiburan-hiburan lain, seperti ketoprak. Acara Petik Laut di awali dengan acara menghias perahu larung, yaitu perahu kecil yang di khususkan untuk melarung atau menghanyutkan sesajen yang tersedia, sesajen bisa berupa makanan, nasi, hasil laut atau palawija, namun syarat sesajen yang wajib ada adalah  kepala sapi yang di bungkus kain nori atau kain putih, kemudian sesajen yang tersedia di letakkan di dalam perahu larung dan di hanyutkan ketengah laut.
Jika dilihat secara sosiologis, acara Petik Laut termasuk dalam bentuk dari tindakan rasional tradisional, seperti yang dijelaskan oleh Weber, tindakan rasional tradisional adalah tindakan yang di dasarkan pada tradisi dan warisan nenek moyang yang ada di masyarakat, seperti yang dijelaskan oleh Pak Lam dalam cuplikan wawancara berikut: “ya sudah dari lama dari nenek moyang”. Dengan kata lain acara Petik Laut adalah tindakan yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan pada kebiasaan dan kepercayaan masyarakat bahwa acara tersebut adalah tradisi warisan dari nenek moyang yang harus dilestarikan dan menjadi salah satu identitas masyarakat di Desa Romben Guna. Dan akan terus dijaga oleh masyarakat secara turun temurun.
Acara merupakan petik laut menjadi salah satu identitas asli yang ada di Desa Romben Guna selain keramahan dan tata krama masyarakatnya, petik laut menjadi identitas dan nilai luhur yang di percayai oleh nelayan sebagai salah satu cara menghargai warisan budaya nenek moyang dengan melakukan acara Petik Laut secara rutin dan turun-temurun setiap tahunnya. Dengan melakukan acara tersebut mereka percaya akan mendapatkan keselamatan saat melaut dengan menghormati penjaga laut, karena masyarakat Romben Guna percaya bahwa laut dijaga oleh makhluk lain sehingga dengan cara memberikan sesajen saat acara Petik laut merupakan bentuk usaha masyarakat Romben Guna menghormati keberadaan penjaga laut.
Dengan kata lain kita dapat mengatakan bahwa masyarakat di Desa Romben Guna adalah masyarakat yang masih menanamkan nilai-nilai tradisi leluhur warisan nenek moyang dalam setiap tindakan yang mereka lakukan, dan acara Petik Laut menjadi satu dari sekian tradisi yang ada di Desa Romben Guna yang masih dilakukan sebagai salah satu upaya melestarikan budaya yang ada. Tindakan ini tercermin dari dilakukan acara Petik Laut secara rutin yaitu satu tahun sekali dan dilaksanakan dengan meriah dengan mengundang acara ketoprak dan acara hiburan lainnyaa, selain itu antusias yang tinggi dari masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi Petik laut tidak hanya milik nelayan tetapi milik Masyarakat Desa Romben Guna, yang akan terus di lestarikan dan menjadi identitas lokal Masyarakat di Desa Romben Guna.
TRADISI PETIK LAUT SEBAGAI WARISAN NELAYAN DI DESA ROMBEN GUNA KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP MADURA TRADISI PETIK LAUT SEBAGAI WARISAN NELAYAN DI DESA ROMBEN GUNA KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP MADURA Reviewed by mahyudin yahya on 12:12 AM Rating: 5

No comments

Post AD